oleh ar-ra hman ( Yang Maha Pengasih) dan aar-rahim (yang Maha Penyayang).
Islam memuat unsur kasih dan sayang dalam pengaplikasiannya. Islam, dalam hal ini direpresentasikan oleh diutusnya Nabi Muhammad SAW, memiliki agenda besar untuk dunia, yakni menjadi penebar
rahmat untuk semesta alam.
Allah Swt berfirman :“Tidaklah kami utus engkau (wahai Muhammad) melainkan sebagai penebar rahmat bagi semesta alam.”
(Adz-Dzariyat 109) Kendala demikian, dalam
prakteknya kita menemukan beberapa ketimpangan antara ajaran islam dengan realita sehari-hari.
rahmat untuk semesta alam.
Allah Swt berfirman :“Tidaklah kami utus engkau (wahai Muhammad) melainkan sebagai penebar rahmat bagi semesta alam.”
(Adz-Dzariyat 109) Kendala demikian, dalam
prakteknya kita menemukan beberapa ketimpangan antara ajaran islam dengan realita sehari-hari.
Kehidupan yang begitu kompleks dengan permasalahannya membuat kita mudah sekali curiga dan membenci terhadap saudara kita, pada beberapa permasalahan
yang kurang prinsipil kadang kita tega
mengorbankan ukhuwah (tali persaudaraan) yang sudah terjalin di
antara saudara kita dengan sangat erat.
Hal ini tentu tidak kita inginkan.
Memahami cara berkehidupan di Indonesia perlu sudut pandang yang arif.
Sebagai negara yang multi agama, multi suku dan multi etnis, perbedaan prinsip
kehidupan pasti ada antara setiap agama dan golongan.
Sebagai negara yang multi agama, multi suku dan multi etnis, perbedaan prinsip
kehidupan pasti ada antara setiap agama dan golongan.
Perbedaan perbedaan yang sudah ada
seharusnya tidak menjadi pokok
permasalahan sosial kita, Maka Islam
memberikan tawaran berupa toleransi.
seharusnya tidak menjadi pokok
permasalahan sosial kita, Maka Islam
memberikan tawaran berupa toleransi.
Islam mengajarkan toleransi atas kepercayaan dan ttradisi lain. Ini juga merupakan bagian dari subtansi ajaran Islam yang penuh kasih dan sayang.
Islam Agama Cinta, Dalil yang melandasi bahwa Islam adalah agama kasih sayang, di
antaranya, adalah hadis Nabi Muhammad Saw yang berbunyi
“Orang yang menebarkan kasih
sayang akan menjadi kekasih S a n g
M a h a P e n y a y a n g , maka terbarkanlah kasih sayang di muka bumi, niscaya para penghuni langit (Allah dan para Malaikat) akan membalas dengan kasih sayang
juga. (HR. Abu Daud).
Dalam riwayat lainnya yang di riwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi S a w bersabda ,
“Rahmat-Ku mengalahkan murka Ku.” (HR. Muslim) dan masih banyak hadis-hadis lain yang berujar hal demikian. Dan masih banyak pula ayat-ayat yang menegaskan bahwa islam adalah agama salam pembawa
kedamaian. Bahwa ternyata ada
“Rahmat-Ku mengalahkan murka Ku.” (HR. Muslim) dan masih banyak hadis-hadis lain yang berujar hal demikian. Dan masih banyak pula ayat-ayat yang menegaskan bahwa islam adalah agama salam pembawa
kedamaian. Bahwa ternyata ada
segelintir orang yang menilai bahwa
Islam adalah agama yang mengajarka n kekerasan dan didirikan di atas pedang, mereka adalah yang keliru dan belum
membaca Islam secara komprehensif.
Pernah suatu ketika , Rasulullah SAW hendak berdakwah ke daerah Tha'if. Usai berhasil mengajak beberapa masyarakat
daerah Arab masuk Islam, Rasulullah dan para sahabat beranjak ke Thaif,
sebuah daerah yang terjal karena
berada di pegunungan, untuk masuk
Islam.
Islam adalah agama yang mengajarka n kekerasan dan didirikan di atas pedang, mereka adalah yang keliru dan belum
membaca Islam secara komprehensif.
Pernah suatu ketika , Rasulullah SAW hendak berdakwah ke daerah Tha'if. Usai berhasil mengajak beberapa masyarakat
daerah Arab masuk Islam, Rasulullah dan para sahabat beranjak ke Thaif,
sebuah daerah yang terjal karena
berada di pegunungan, untuk masuk
Islam.
Segalanya dipersiapkan, Rasulullah dan pasukan berangkat ke
sana dan menyerukan untuk masuk
Islam.
Tanpa disangka, seruan dakwah yang
lembut dari Rasulullah SAW kepada masyarakat Thaif berbalas pahit.
sana dan menyerukan untuk masuk
Islam.
Tanpa disangka, seruan dakwah yang
lembut dari Rasulullah SAW kepada masyarakat Thaif berbalas pahit.
Saat tengah menyampaikan seruannya
Ra s u l u l l a h mendapat hadiah lemparan batu yang mengenai kakinya sehingga membuat kaki beliau yang mulia mengucurkan darah. Tanpa menunggu lama, malaikat Jibri l yang ditugasi mengawal Rasulullah ikut geram.
Ra s u l u l l a h mendapat hadiah lemparan batu yang mengenai kakinya sehingga membuat kaki beliau yang mulia mengucurkan darah. Tanpa menunggu lama, malaikat Jibri l yang ditugasi mengawal Rasulullah ikut geram.
Bagaimana bisa kekasihnya menyerukan dakwah dengan lembut tapi berbalas serangan menyakitkan?
Malaikat Jibril menawarkan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah kekasihku, jika engkau merestui pembelaan dariku, akan aku binasakan bangsa Thaif dengan segera, akan aku timpakan kepada
mereka dengan pegunungan besar
yang mengelilingi mereka!”
Rasulullah SAW memang bukan manusia biasa, tindak-tanduknya sudah dijamin dituntun wahyu ilahi.
yang mengelilingi mereka!”
Rasulullah SAW memang bukan manusia biasa, tindak-tanduknya sudah dijamin dituntun wahyu ilahi.
Alih-alih merestui dan mendukung tawaran
malaikat Jibril, Rasulullah SAW dengan nada rendah malah menolak tawaran
tersebut. Bukan hanya itu, malah Rasulul lah SAW mendoakan mereka, “Saya
berharap semoga Allah keluarkan dari bangsa mereka hamba-hamba yang
menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya” (Shahih al-Bukhari).Dalam skala yang lebih besar dan fenomenal, ada peristiwa
Fathul Makkah. Nyata sekali kita dengar dalam sejarah bahwa Rasulullah SAW saat hidup di Mekkah disakiti dan dizalimi sedemikian tragis oleh kaum musyrik Mekkah,
namun, saat Rasulullah sudah
memiliki pasukan yang melimpah dan hendak membebaskan dan menguasai Makkah, tempat yang masih menyimpan sosok yang menzaliminya , alih - alih memberangusnya dengan sayatan pedang, beliau malah menawarkan keamanan dan kebebasan.“Wahai kaum Quraisy, bagaimana pandangan kalian terhadapku?”
Ucap Rasulullah“Engkau adalah orang baik, suadara orang baik dan putera dari orang
baik.” Jawab masyarakat Quraisy.“Sesungguhnya saya akan berkata
sebagaimana Yusuf as. Berkata kepada saudara-saudaranya (yang
telah menyakiti Yusuf.) 'la tatsriba
alaikuml yaum (pada hari ini tidak
ada cercaan terhadap kamu)', pergilah dan kalian bebas.” (Sirah Ibn Hisyam).Islam mengajarkan kepada kita agar menebar rahmat ke seluruh dunia, bukan ancaman atau teror.
malaikat Jibril, Rasulullah SAW dengan nada rendah malah menolak tawaran
tersebut. Bukan hanya itu, malah Rasulul lah SAW mendoakan mereka, “Saya
berharap semoga Allah keluarkan dari bangsa mereka hamba-hamba yang
menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya” (Shahih al-Bukhari).Dalam skala yang lebih besar dan fenomenal, ada peristiwa
Fathul Makkah. Nyata sekali kita dengar dalam sejarah bahwa Rasulullah SAW saat hidup di Mekkah disakiti dan dizalimi sedemikian tragis oleh kaum musyrik Mekkah,
namun, saat Rasulullah sudah
memiliki pasukan yang melimpah dan hendak membebaskan dan menguasai Makkah, tempat yang masih menyimpan sosok yang menzaliminya , alih - alih memberangusnya dengan sayatan pedang, beliau malah menawarkan keamanan dan kebebasan.“Wahai kaum Quraisy, bagaimana pandangan kalian terhadapku?”
Ucap Rasulullah“Engkau adalah orang baik, suadara orang baik dan putera dari orang
baik.” Jawab masyarakat Quraisy.“Sesungguhnya saya akan berkata
sebagaimana Yusuf as. Berkata kepada saudara-saudaranya (yang
telah menyakiti Yusuf.) 'la tatsriba
alaikuml yaum (pada hari ini tidak
ada cercaan terhadap kamu)', pergilah dan kalian bebas.” (Sirah Ibn Hisyam).Islam mengajarkan kepada kita agar menebar rahmat ke seluruh dunia, bukan ancaman atau teror.
Seorang yang konsisten menebar
rahmat di muka bumi, kepada siapapun tanpa melihat tatarbelakangnya, dijamin oleh Allah akan mendapatkan kasih sayang
pula.
rahmat di muka bumi, kepada siapapun tanpa melihat tatarbelakangnya, dijamin oleh Allah akan mendapatkan kasih sayang
pula.
R a s u l u l l a h menegaskan
“Tebarkanlah kasih sayang di muka bumi, maka penduduk langit akan membalasnya dengan kasih sayang pula.” (HR. Muslim)
“Tebarkanlah kasih sayang di muka bumi, maka penduduk langit akan membalasnya dengan kasih sayang pula.” (HR. Muslim)
Mengutip ungkapan Ardiansyah dalam buku Islam itu Ramah bukan Marah dikatakan di sana bahwa karakter agama Islam adalah menjunjung tinggi kedamaian dan kesejahteraan.
Islam wajib menebarkan kedamaian dan kesejahteraan. Hal ini berkaitan bahwa manusia telah Allah ciptakan untuk menjadi khalifah di bumi,
mengatur segala isi bumi demi kemaslahatan bersama .
Jika demikian, tiak ada alasan lagi bagi kita untuk bersikap keras dan kaku saat berinteraksi dengan masyarakat umum. Islam menyadari betul bahwa manusia
merupakan makhluk sosial yang tak bisa lepas dari kegiatan sosial, untuk itu kebijakan-kebijakan syariatnya tak ada yang tak peka terhadap persoalan sosial. Menyemai cinta, berbaiksangka , serta
mengatur segala isi bumi demi kemaslahatan bersama .
Jika demikian, tiak ada alasan lagi bagi kita untuk bersikap keras dan kaku saat berinteraksi dengan masyarakat umum. Islam menyadari betul bahwa manusia
merupakan makhluk sosial yang tak bisa lepas dari kegiatan sosial, untuk itu kebijakan-kebijakan syariatnya tak ada yang tak peka terhadap persoalan sosial. Menyemai cinta, berbaiksangka , serta
menumbuhkan sikap toleransi yang bijak merupakan wujud dari Islam yang rahmatan lil alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar